JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat lonjakan jumlah kendaraan yang meninggalkan wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) menjelang libur Tahun Baru Imlek 2026. Data yang dirilis menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan kondisi lalu lintas normal beberapa hari sebelum puncak liburan.
Dominasi Arus Keluar Jabotabek Menuju Jawa dan Bandung
Dalam catatan Jasa Marga, selama periode H-4 hingga H-1 libur Imlek 2026, total mencapai ratusan ribu kendaraan yang meninggalkan Jabotabek melalui empat gerbang tol utama. Volume ini menunjukkan peningkatan trafik dibandingkan dengan kondisi lalu lintas harian biasa.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa 685.413 kendaraan telah keluar dari wilayah Jabotabek pada periode tersebut. Angka ini meningkat sekitar 15,32 persen dari volume kendaraan pada kondisi normal sebelum libur panjang Imlek.
Pergerakan kendaraan ini terindikasi didominasi oleh arus menuju ke arah Timur yang meliputi jalur Trans Jawa serta Bandung, sejalan dengan tren perjalanan masyarakat yang kembali ke kampung halaman atau menuju destinasi wisata di luar Jabodetabek.
Rincian Gerbang Tol dan Arah Perjalanan
Empat gerbang tol utama yang menjadi titik pantau Jasa Marga adalah: GT Cikupa (arah Merak), GT Ciawi (arah Puncak), GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), dan GT Kalihurip Utama (arah Bandung). Melalui gerbang-gerbang ini, kendaraan yang meninggalkan wilayah metropolitan tersebar ke berbagai arah.
Berdasarkan data yang lebih luas, sebagian besar kendaraan yang keluar Jabotabek memilih arah Timur dan Bandung, sementara sejumlah lain mengarah ke Barat atau Selatan. Tren ini terlihat konsisten dengan pola perjalanan liburan panjang lainnya di tahun-tahun sebelumnya.
Peningkatan volume ini menandai mobilitas masyarakat yang cukup tinggi dalam periode libur Imlek, ketika banyak orang melakukan perjalanan jauh untuk merayakan tahun baru bersama keluarga.
Arus Balik dan Prediksi Lalu Lintas
Selain arus keluar yang meningkat, Jasa Marga juga mencatat adanya kenaikan jumlah kendaraan yang kembali ke Jabotabek setelah menikmati libur panjang. Meskipun belum mencapai puncak, tren ini menunjukkan bahwa kepadatan lalu lintas diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa hari mendatang.
Prediksi internal dari Jasa Marga memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada hari-hari setelah libur Imlek, dengan jumlah kendaraan yang kembali masuk ke wilayah Jabotabek mencapai angka yang lebih tinggi dari hari-hari biasa.
Untuk menghadapi lonjakan arus kendaraan, Jasa Marga mengimbau masyarakat pengguna tol untuk merencanakan perjalanan dengan cermat. Beberapa langkah yang disarankan di antaranya adalah memastikan kendaraan dalam kondisi prima, mempersiapkan kecukupan bahan bakar dan saldo uang elektronik, serta memanfaatkan informasi lalu lintas terkini dari berbagai kanal resmi penyedia data real time.
Upaya Pengelolaan dan Antisipasi Kepadatan
Dalam menghadapi lonjakan kendaraan di masa libur panjang ini, pihak Jasa Marga telah menyiapkan sejumlah upaya antisipatif. Koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait dilakukan agar kelancaran arus lalu lintas dapat terjaga. Petugas tol dan sistem informasi juga dioptimalkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan tol.
Pengaturan lalu lintas seperti rekayasa arus (misalnya penggunaan contraflow bila diperlukan), kesiapan operasi gardu tol, serta layanan rest area yang layak juga menjadi fokus dalam pengelolaan arus kendaraan libur panjang ini.
Pihak Jasa Marga meminta para pengendara untuk tetap disiplin terhadap aturan lalu lintas dan memperhatikan keselamatan. Istirahat yang cukup sebelum dan selama perjalanan juga dianjurkan, terutama bagi pengemudi yang menempuh rute jauh.
Refleksi Mobilitas dalam Momen Libur Imlek
Lonjakan kendaraan yang meninggalkan dan kembali ke wilayah metropolitan ini mencerminkan mobilitas yang kuat di masyarakat, terutama saat momen libur panjang seperti Imlek. Pergerakan ini tidak hanya sekadar angka statistik, tetapi juga menunjukkan tren sosial dan ekonomi yang terjadi setiap akhir pekan atau hari libur besar nasional.
Mobilitas tinggi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola infrastruktur jalan tol, terutama dalam menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan. Dengan koordinasi yang baik antara pemangku kepentingan dan kesiapan layanan operasional, diharapkan masyarakat dapat menikmati liburan panjang dengan perjalanan yang lancar dan aman.