BISNIS

Kopi Kenangan Tegaskan Tahapan IPO: Ini Fakta dan Strateginya di 2026

Kopi Kenangan Tegaskan Tahapan IPO: Ini Fakta dan Strateginya di 2026

JAKARTA - Startup kopi lokal terbesar, Kopi Kenangan, kembali menjawab spekulasi pasar soal rencana pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO). Informasi terbaru menunjukkan bahwa perusahaan tidak sekadar “menimbang” langkah IPO, tetapi telah mencapai titik penting dalam persiapannya dan tengah menyusun strategi matang sebelum benar?benar melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam pernyataannya baru?baru ini, Edward Tirtanata, Group CEO Kenangan Brands, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat pondasi bisnisnya sebelum mendorong proses IPO lebih jauh. Meski belum merinci tanggal, Edward memaparkan bahwa sejumlah milestone internal sudah mulai diraih, menandakan fase persiapan yang jauh lebih nyata dibanding sebelumnya.

Menjadi ‘Siap IPO’ Bukan Sekadar Rencana, Tapi Tahapan Terukur

Dalam wawancara media terakhir, Edward mengonfirmasi bahwa persiapan IPO Kopi Kenangan telah memasuki “tahap tertentu”, tanpa menetapkan deadline eksplisit kapan perusahaan benar?benar akan terdaftar di pasar modal.

Perjalanan menuju IPO bukan hal baru bagi Kopi Kenangan. Sejak beberapa tahun terakhir, perusahaan secara konsisten menyatakan keinginannya untuk menjadi perusahaan publik. Namun, menurut Edward, bukan sekadar listing yang menjadi tujuan, tetapi kondisi pasar, skala bisnis, dan kekuatan fundamental perusahaan yang harus lebih dulu kuat.

Itulah salah satu alasan mengapa jadwal IPO terus mengalami penyesuaian dari waktu ke waktu. Fokus utama saat ini adalah membangun ukuran bisnis yang solid dan bukan hanya memenuhi persyaratan administratif semata, tetapi juga memaksimalkan nilai bagi investor jangka panjang.

Kondisi Finansial dan Kesiapan Operasional yang Mendukung

Sebelumnya, Edward pernah menyatakan bahwa perusahaan akan melihat momentum terbaik untuk IPO berdasarkan sejumlah indikator utama, seperti pertumbuhan pendapatan dan ekspansi jaringan gerai yang signifikan, terutama secara global.

Menurut data terbaru, Kopi Kenangan telah mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat sepanjang 2025 — sekitar 45% dibanding tahun sebelumnya — yang menjadi sinyal positif dalam penataan usaha menuju IPO.

Di sisi ekspansi, perusahaan juga gencar memperluas jaringan outletnya, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Hingga kini, Kopi Kenangan telah mengoperasikan ratusan gerai yang tersebar di berbagai kota Indonesia serta menghadirkan kehadiran internasional di beberapa negara Asia Tenggara.

Dengan basis operasi yang semakin kuat dan pendapatan yang terus tumbuh, perusahaan dipandang mulai memasuki fase di mana aspek transparansi, tata kelola, dan kesiapan pasar modal semakin diperhatikan.

Belajar dari Perjalanan dan Benchmark Industri Kopi di BEI

Selain fokus pada internal perusahaan, Edward juga melihat perkembangan di sektor food and beverage (F&B) yang kini menjadi salah satu sorotan investor pasar modal. Misalnya, pencatatan saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) di BEI yang baru?baru ini menuai respons positif. Keberhasilan Fore menjadi emiten publik menjadi salah satu indikator bahwa lingkungan bisnis kopi di Indonesia semakin kondusif bagi perusahaan lain, termasuk Kopi Kenangan, untuk mempertimbangkan IPO.

Edward memberi apresiasi atas pencapaian tersebut, menyebutnya sebagai "booster positif bagi industri F&B di Indonesia,” sekaligus menunjukkan bahwa pasar modal domestik mulai membuka ruang lebih besar bagi pelaku bisnis lokal.

Meski demikian, ia menekankan bahwa ukuran bisnis Kopi Kenangan saat ini menurutnya masih harus lebih besar sebelum melaksanakan IPO. Hal ini menunjukkan sikap hati?hatian yang dijalankan manajemen, yang menilai bahwa perusahaan tidak ingin terburu?buru, tetapi siap secara fundamental saat waktunya tiba.

Visi Jangka Panjang: Menjadi Pemain Global Sebelum Go Public

Salah satu alasan utama Kopi Kenangan menunda IPO adalah ambisinya untuk tidak hanya menjadi perusahaan publik, tetapi juga brand kopi Indonesia yang diakui secara global. Ini terlihat dari strategi ekspansi yang tidak hanya berfokus pada jaringan domestik, tetapi juga penetrasi pasar luar negeri.

Edward pernah menuturkan bahwa jumlah gerai internasional yang cukup besar dan kontribusi pendapatan dari luar negeri merupakan indikator penting dalam menentukan momentum yang tepat untuk IPO. Dengan kata lain, perusahaan ingin menunjukkan bahwa usaha ini bukan sekadar fenomena lokal, tetapi potensi global yang matang.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Kopi Kenangan tengah menyusun langkah strategis jangka panjang — membangun skala bisnis yang cukup besar, mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan, serta menjaga reputasi sebagai salah satu merek kopi Indonesia yang sukses memadukan kualitas, inovasi, dan penetrasi pasar internasional.

IPO Kopi Kenangan Semakin Nyata Namun Belum Final

Mengutip pernyataan manajemen, meskipun rencana IPO Kopi Kenangan sudah memasuki tahap yang lebih matang dibanding sebelumnya, keputusan untuk listing belum menjadi keputusan final. Perusahaan lebih memilih untuk menunggu waktu yang tepat, yakni saat fondasi bisnis dan pertumbuhan sudah kuat, kondisi pasar stabil, serta nilai tambah bagi investor dipastikan optimal.

Bagaimanapun, langkah ini mencerminkan pendekatan yang matang dan realistis dari salah satu unicorn startup Indonesia yang tumbuh pesat — dari sekadar kedai kopi lokal menjadi perusahaan yang siap menghadapi tantangan pasar modal global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index