Kemenhub Siapkan 5 Rute Laut Strategis untuk Mudik Jawa–Sumatera Lebaran 2026

Rabu, 18 Februari 2026 | 13:10:36 WIB
Kemenhub Siapkan 5 Rute Laut Strategis untuk Mudik Jawa–Sumatera Lebaran 2026

JAKARTA Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiapkan strategi operasional yang agresif menjelang musim arus mudik Lebaran 2026 dengan mengoptimalkan sejumlah jalur penyeberangan laut antara Pulau Jawa dan Sumatera. Langkah ini dimaksudkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas dan mengakomodasi meningkatnya pergerakan masyarakat pada periode puncak mudik nanti, khususnya di lintas antarpulau yang menjadi akses utama masyarakat dari Jawa ke Sumatera dan sebaliknya.

Optimasi Lima Jalur Penyeberangan Utama

Kemenhub, dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Bandarlampung bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan bahwa pihaknya bersama para stakeholder transportasi telah menetapkan lima rute penyeberangan laut yang akan diperkuat. Kelima rute ini mencakup lintas tradisional dan alternatif yang tersebar dari Banten hingga Lampung. Jalur yang disiapkan, antara lain, adalah Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Ciwandan menuju Pelabuhan PT Wijaya Karya Beton, serta Ciwandan ke Bakauheni. Dua rute lainnya yaitu dari Pelabuhan BBJ Bojonegoro menuju BBJ Muara Pilu, serta dari Pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera ke Pelabuhan Panjang.

Dalam penjelasan yang sama, Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pengaturan jalur ini diharapkan mampu menyediakan variasi lintasan agar beban penumpang dan kendaraan tidak terkonsentrasi hanya pada satu atau dua titik saja. Strategi ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan mobilitas dan kelancaran secara umum di seluruh koridor lintas antarpulau menjelang dan saat Lebaran.

Peningkatan Sarana dan Fasilitas Penyeberangan Laut

Untuk mendukung kelancaran operasional di laut, Kemenhub telah menyiapkan sarana yang cukup besar. Secara keseluruhan, tersedia sekitar 829 unit kapal laut yang siap beroperasi pada masa angkutan Lebaran 2026 dengan total kapasitas mencapai 3,26 juta penumpang. Selain itu, jaringan pelabuhan yang tersedia juga mencapai total 636 pelabuhan laut di seluruh Indonesia.

Lebih spesifik, moda penyeberangan laut juga didukung oleh 255 unit kapal yang mampu mengangkut hingga 6,1 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan. Jaringan operasional ini tersebar di 15 lintas penyeberangan dengan 29 pelabuhan sebagai titik pelaksanaan. Upaya ini diharapkan bisa merespons lonjakan pergerakan masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan saat periode angkutan Lebaran dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sistem Pengelolaan Arus Lalu Lintas di Pelabuhan

Selain memperkuat jumlah kapal dan jalur penyeberangan, Menhub Dudy juga menyampaikan bahwa sistem pengelolaan arus lalu lintas di sekitar pelabuhan akan ditingkatkan. Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah sistem delaying atau sistem tunda di Pelabuhan Bakauheni yang tersebar pada 10 titik, meliputi jalan tol dan jalan arteri di sekitarnya. Sistem tersebut dirancang untuk memecah kepadatan kendaraan sebelum memasuki area pelabuhan sehingga tidak terjadi penumpukan yang signifikan di titik tunggu.

Dalam konteks ini, pihak operator pelabuhan juga diminta untuk menyiapkan armada tambahan, termasuk 12 unit kapal angkut kendaraan besar di Pelabuhan BBJ untuk kategori truk golongan besar, dan 12 unit kapal di Pelabuhan Ciwandan khusus untuk angkutan masyarakat. Hal ini merupakan bagian dari kesiapan layanan yang sudah pernah diterapkan pada periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya.

Koordinasi Antar Moda Transportasi

Tidak hanya mengandalkan moda laut, Kemenhub juga menyiapkan moda transportasi lain sebagai bagian dari strategi lintas koridor nasional. Untuk transportasi darat, disiapkan lebih dari 31 ribu unit bus dengan kapasitas sekitar 1,2 juta tempat duduk yang tersebar di ratusan terminal tipe A dan B. Transportasi udara pun didukung oleh 392 unit pesawat dengan total kapasitas lebih dari 8,2 juta penumpang, serta moda kereta api yang mengoperasikan hampir 4 ribu unit sarana angkut penumpang di berbagai rute.

Sinergi antar moda ini dianggap penting untuk memberikan pilihan dan fleksibilitas bagi masyarakat dalam menentukan rute perjalanan mereka saat mudik maupun balik Lebaran. Integrasi sistem ini diharapkan mampu merespons berbagai potensi lonjakan jumlah orang yang melakukan perjalanan pada periode puncak nanti.

Antisipasi dan Kontinjensi Menghadapi Lonjakan Arus

Menhub juga menekankan bahwa upaya penyiapan lima jalur penyeberangan laut ini bukan satu-satunya langkah yang diambil. Tindakan kontinjensi seperti persiapan rute alternatif dan skenario cadangan juga dilakukan sebagai antisipasi terhadap lonjakan arus yang tak terduga dan perubahan pola perjalanan masyarakat. Hal ini menjadi bagian dari strategi manajemen arus yang komprehensif untuk menghadapi periode mobilitas tinggi selama Lebaran.

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap penyelenggaraan angkutan mudik dan balik Lebaran 2026 di lintas Jawa–Sumatera dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar, serta mampu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat pengguna jasa transportasi antarpulau.

Terkini