Menhub Siapkan 5 Jalur Laut Jawa Sumatera Saat Lebaran 2026

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:39:14 WIB
Menhub Siapkan 5 Jalur Laut Jawa Sumatera Saat Lebaran 2026

JAKARTA - Persiapan angkutan Lebaran 2026 mulai dimatangkan, terutama untuk jalur strategis Jawa-Sumatera yang setiap tahun menjadi titik krusial arus mudik.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memastikan skema penyeberangan laut telah dirancang lebih terstruktur guna mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan. Fokus utamanya adalah kelancaran distribusi arus di pelabuhan utama serta penguatan jalur alternatif.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan pihaknya bekerja sama dengan pihak terkait telah menyiapkan lima jalur penyeberangan laut untuk memperlancar lintas Jawa-Sumatera saat pelaksanaan angkutan Lebaran 2026.

Menurut Dudy, di Bandarlampung, Lampung, Selasa, kelima jalur penyeberangan laut itu adalah lintas Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Ciwandan menuju Pelabuhan PT Wijaya Karya Beton, dan Pelabuhan Ciwandan menuju Pelabuhan Bakauheni.

"Lalu, Pelabuhan BBJ Bojonegoro menuju BBJ Muara Pilu, serta dari Pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera menuju Pelabuhan Panjang," katanya.

Optimalisasi Lima Jalur Penyeberangan

Penyiapan lima lintasan tersebut menjadi strategi utama dalam memecah kepadatan yang biasanya terpusat di satu titik. Jalur Merak–Bakauheni tetap menjadi tulang punggung utama, namun penguatan pelabuhan alternatif diharapkan mampu mengurangi antrean panjang kendaraan pribadi maupun angkutan logistik.

Pelabuhan Ciwandan juga difungsikan secara maksimal untuk membantu distribusi arus kendaraan. Sementara itu, keberadaan lintas BBJ Bojonegara dan Krakatau Bandar Samudera dipersiapkan sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas laut yang lebih fleksibel.

Kesiapan Operator dan Armada Kapal

Dia pun mengimbau kepada semua operator dapat mempersiapkan layanan seperti yang telah terlaksana pada tahun sebelumnya, yakni periode Natal dan tahun baru serta angkutan Lebaran.

"Dengan pengaturan ini diharapkan bisa melayani dengan baik masyarakat dan kami sudah minta Pelabuhan BBJ untuk mempersiapkan 12 unit kapal yang akan mengangkut kendaraan besar, di Pelabuhan Ciwandan juga sudah menyiapkan 12 unit kapal yang akan mengangkut masyarakat yang hendak menyeberang," ucap dia.

Kesiapan armada menjadi faktor krusial dalam memastikan kelancaran arus mudik. Kapal-kapal yang disiagakan tidak hanya difokuskan pada penumpang, tetapi juga kendaraan besar yang biasanya mengalami penumpukan menjelang puncak arus mudik.

Penerapan Sistem Tunda di Bakauheni

Ia menjelaskan untuk meningkatkan kelancaran arus mudik selama angkutan Lebaran 2026, akan diterapkan pula sistem tunda di Pelabuhan Bakauheni yang tersebar di 10 titik jalan tol dan jalan arteri di sekitarnya.

Sistem tunda ini dirancang untuk mengatur pergerakan kendaraan agar tidak menumpuk langsung di area pelabuhan. Dengan pengendalian arus sejak di jalur tol maupun arteri, kepadatan di pintu masuk pelabuhan diharapkan bisa ditekan.

"Kami menyiapkan untuk membantu semua kesiapan agar penyeberangan ini lancar. Untuk Pelabuhan BBJ Bojonegara nanti akan melayani truk golongan besar VIII dan IX, Pelabuhan Bakauheni disiapkan tanpa pengalihan kendaraan, dan Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera disiapkan sebagai langkah kontingensi," tambahnya.

Pengaturan ini memperlihatkan pembagian peran antar pelabuhan. BBJ Bojonegara difokuskan untuk kendaraan berat, Bakauheni tetap menjadi jalur utama tanpa pengalihan, sementara Krakatau Bandar Samudera menjadi opsi cadangan jika terjadi lonjakan ekstrem.

Kesiapan Transportasi Nasional Lebaran 2026

Secara keseluruhan, untuk angkutan laut Lebaran 2026, tersedia sarana sebanyak 829 unit kapal dengan kapasitas 3,26 juta penumpang dan prasarana yang tersedia adalah 636 pelabuhan laut.

Untuk transportasi darat, sarana yang tersedia 31.345 unit bus dengan kapasitas 1,2 juta tempat duduk dan prasarananya 115 terminal tipe A dan 62 terminal tipe B.

Transportasi penyeberangan tersedia 255 unit kapal dengan kapasitas 6,1 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan, serta prasarana yang tersedia adalah 15 lintas penyeberangan serta 29 pelabuhan.

Transportasi udara tersedia 392 unit pesawat dengan kapasitas 8,2 juta penumpang dan prasarananya sebanyak 257 bandar udara, kemudian transportasi kereta api tersedia sebanyak 3.821 unit sarana dengan kapasitas antarkota sebanyak 3,58 juta penumpang, regional 2,9 juta penumpang, dan komuter 51,5 juta penumpang dengan prasarana sebanyak 668 stasiun KA.

Ketersediaan sarana dan prasarana lintas moda ini menunjukkan pendekatan terpadu dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Pemerintah tidak hanya fokus pada jalur laut Jawa-Sumatera, tetapi juga memastikan seluruh moda transportasi nasional siap menampung lonjakan mobilitas masyarakat.

Dengan lima jalur laut yang telah disiapkan, dukungan armada kapal tambahan, serta sistem tunda yang diterapkan di titik rawan, diharapkan arus mudik dan balik dapat berlangsung lebih tertib dan lancar. 

Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar distribusi penumpang dan kendaraan dapat terkendali, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.

Terkini