PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Rp88.600 dan Telur Rp32.200

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:08:51 WIB
PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Rp88.600 dan Telur Rp32.200

JAKARTA - Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional yang berada di bawah pengelolaan Bank Indonesia kembali merilis data terbaru harga beberapa komoditas pangan penting di pasaran. Dari pantauan terbaru yang dirilis pada Rabu, 18 Februari 2026, harga cabai rawit merah masih menunjukkan angka yang relatif tinggi, sementara harga telur ayam ras masih stabil di kisaran yang lebih rendah. Data ini dipaparkan dari laporan PIHPS yang mencatat pergerakan harga di tingkat pedagang eceran secara nasional per pukul 09.20 WIB di Jakarta.

Harga Cabai Rawit Merah Kembali di Atas Rp88.000/kg

Menurut catatan PIHPS, komoditas cabai rawit merah berada di harga Rp88.600 per kilogram (kg), menunjukkan tren kenaikan yang signifikan jika dibandingkan dengan harga beberapa minggu sebelumnya. Hal ini menunjukkan tekanan pasokan atau permintaan yang masih kuat di pasar bahan pokok ini.

Cabai rawit merah menjadi sorotan utama karena perannya yang penting sebagai bahan pokok bumbu dapur dan kebutuhan kuliner masyarakat Indonesia. Pergerakan harga komoditas ini seringkali menjadi indikator dinamika pasar pangan yang memengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat.

Telur Ayam Ras Tetap Stabil di Sekitar Rp32.200/kg

Sementara itu, harga telur ayam ras yang juga menjadi komoditas penting tercatat berada di angka Rp32.200 per kg. Angka ini relatif stabil jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, yang menunjukkan bahwa pasokan telur ayam di pasar masih cukup memadai.

Telur ayam ras merupakan komoditas strategis karena perannya sebagai salah satu sumber protein utama dalam konsumsi harian masyarakat Indonesia. Harga yang stabil ini dapat membantu menjaga daya beli konsumen terutama di tengah naiknya harga bahan pangan lain.

Beragam Komoditas Pangan Lainnya Juga Dirilis PIHPS

Selain dua komoditas utama tersebut, PIHPS juga mencatat harga beberapa bahan pangan lain sebagai berikut:

Bawang merah dipasarkan pada harga Rp48.100 per kg.

Bawang putih berada di kisaran Rp41.150 per kg.

Beras kualitas bawah I dijual sekitar Rp14.600 per kg.

Beras kualitas bawahan lain hingga super berada di kisaran Rp14.900 hingga Rp16.900 per kg tergantung kualitas.

Cabai merah besar Oharga Rp48.000 per kg, cabai merah keriting Rp52.950 per kg, dan cabai rawit hijau Rp56.200 per kg.

Katalog harga komoditas ini memberikan gambaran yang lebih luas soal kondisi pasar pangan nasional secara menyeluruh. Dari beras hingga berbagai jenis cabai, hingga bahan lain seperti bawang merah dan bawang putih, publik bisa melihat pergerakan harga guna membuat keputusan konsumsi yang lebih tepat.

Harga Daging dan Gula Pasir Serta Minyak Goreng

PIHPS juga melaporkan harga beberapa komoditas lain yang banyak digunakan masyarakat Indonesia:

Daging ayam ras dipasarkan seharga Rp43.100 per kg.

Daging sapi kualitas I berada pada Rp146.000 per kg, sedangkan kualitas II di Rp138.750 per kg.

Gula pasir kualitas premium berada di Rp19.350 per kg, sementara gula pasir lokal di Rp18.150 per kg.

Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah berada di Rp18.900 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I dipasarkan seharga Rp22.500 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerek II di Rp21.500 per liter.

Informasi harga ini penting sebagai dasar bagi pedagang, pelaku usaha, serta masyarakat umum dalam merencanakan pembelian barang-barang kebutuhan pokok di pasar.

Dampak Harga Pangan Terhadap Konsumen dan Strategi Pasar

Fluktuasi harga pangan seperti cabai rawit merah yang meningkat tajam bisa memengaruhi intensitas konsumsi masyarakat terutama bagi rumah tangga dengan pengeluaran rendah. Sementara harga komoditas lain yang relatif stabil dapat membantu menahan tekanan inflasi dan menjaga keseimbangan konsumsi harian.

Secara umum, data PIHPS menjadi indikator penting yang digunakan oleh pemerintah dan pelaku usaha untuk memantau perkembangan harga pangan strategis secara real time. Data ini juga bisa menjadi acuan kebijakan jika diperlukan intervensi dalam pasar untuk menstabilkan harga bahan pokok yang terus meningkat.

Terkini