JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempersiapkan langkah besar dalam sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) dengan membuka tender untuk 110 blok migas di tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi dan mengejar target produksi nasional.
Strategi Baru di Tengah Penurunan Produksi Migas
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM mengambil kebijakan untuk menawarkan 110 wilayah kerja (WK) atau blok migas yang mencakup potensi sumber daya konvensional maupun non-konvensional. Penawaran ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk melawan tren penurunan produksi minyak mentah nasional yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Hal ini diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas eksplorasi dan produksi tetapi juga menarik investasi baru di sektor hulu migas. Menurut data kementerian, dari 110 area tersebut, puluhan sudah diminati oleh calon investor, sementara sisanya masih dalam tahap studi bersama atau identifikasi potensi.
Target Produksi dan Ekspektasi Investasi
Penawaran 110 blok migas pada 2026 adalah langkah agresif dibandingkan periode sebelumnya, di mana pada 2025 pemerintah hanya menyiapkan sekitar 75 blok migas untuk ditawarkan. Wakil Menteri ESDM menyatakan bahwa penambahan jumlah blok ini dimaksudkan untuk mendukung target lifting minyak mentah nasional yang lebih ambisius, yakni mencapai sekitar 900 ribu hingga 1 juta barel per hari pada tahun 2029. Diskusi dengan pelaku industri seperti Indonesia Petroleum Association (IPA) juga dilakukan guna memahami kebutuhan investor dan mengidentifikasi kendala industri dalam meningkatkan eksplorasi dan produksi.
Fasilitas Kontrak dan Insentif untuk Penarik Investor
Pemerintah tidak hanya menawarkan area kerja yang lebih banyak, tetapi juga melakukan pembenahan terhadap kerangka kontrak dan insentif bisnis bagi para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Beberapa reformasi kebijakan yang diupayakan termasuk peningkatan porsi bagi hasil untuk kontraktor, pemberian persentase tertentu pada First Tranche Petroleum (FTP), serta fleksibilitas dalam pemilihan skema kontrak, seperti Cost Recovery atau Gross Split. Selain itu, pemerintah juga menetapkan kebijakan terkait Domestic Market Obligation (DMO) yang memberi kepastian harga dan ketentuan lain yang lebih transparan untuk menarik investasi asing maupun domestik.
Dampak dan Potensi Blok Migas Indonesia
Blok-blok migas yang ditawarkan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari kawasan daratan hingga lepas pantai, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Menteri ESDM memastikan bahwa beberapa blok yang ditawarkan memiliki potensi cadangan signifikan, sehingga banyak menarik minat investor domestik dan internasional. Selain itu, pemerintah juga berharap keterlibatan pengusaha dalam negeri, termasuk pengusaha daerah, dalam menggarap proyek-proyek bernilai kecil hingga menengah, sebagai bagian dari strategi afirmatif untuk memberdayakan pelaku usaha lokal.
Konteks Ketahanan Energi dan Kendala di Lapangan
Upaya besar pelelangan blok migas ini dilakukan di tengah tantangan nyata sektor hulu migas Indonesia, seperti penurunan cadangan, meningkatnya sumur-sumur tua yang tidak aktif (idle wells), serta kondisi geografis lokasi kerja yang sering berada di daerah terpencil. Kementerian ESDM menyadari bahwa perlu inovasi teknologi dan kolaborasi erat dengan dunia usaha untuk memaksimalkan potensi yang tersedia. Namun, pemerintah tetap optimis bahwa kombinasi kebijakan insentif, perbaikan kontrak, dan peningkatan partisipasi investor bisa menstimulasi peningkatan produksi yang berkelanjutan.
Dengan langkah ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengembalikan peran Indonesia sebagai pemain utama di sektor migas, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor energi dan memperkuat pasokan energi domestik untuk memenuhi kebutuhan nasional dalam jangka panjang.