Bursa Asia Menguat Meski Kekhawatiran AI Bayangi Pasar Perdagangan Global Rabu 18 Februari

Rabu, 18 Februari 2026 | 11:00:21 WIB
Bursa Asia Menguat Meski Kekhawatiran AI Bayangi Pasar Perdagangan Global Rabu 18 Februari

JAKARTA - Bursa saham Asia mencatatkan penguatan pada 18 Februari 2026, meskipun investor masih dibayangi oleh kekhawatiran seputar teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memengaruhi sentimen pasar global Reuters. Pergerakan ini menunjukkan dinamika pasar yang penuh kontradiksi, di mana optimisme terhadap pemulihan bertemu dengan kecemasan atas risiko jangka panjang dari investasi sektor teknologi.

Penguatan Bursa Asia di Tengah Gejolak AI

Mayoritas indeks utama di Asia merespon positif pada perdagangan Rabu kemarin, dengan bursa saham bergerak naik meski isu AI tetap menjadi pusat perhatian pelaku pasar. Misalnya, indeks Nikkei 225 di Jepang mencatat kenaikan 0,93%, memperlihatkan potensi rebound dari tekanan di hari-hari sebelumnya. Sementara itu, indeks ASX 200 di Australia juga meningkat 0,5% sebagai bagian dari tren penguatan bursa regional Reuters, 18 Februari 2026.

Penguatan ini datang meski sebagian besar pasar lain sedang ditutup untuk perayaan Tahun Baru Imlek, sehingga aktivitas perdagangan relatif tipis. Kendati demikian, kenaikan tersebut dianggap sebagai sinyal awal bahwa para investor regional masih bersikap optimis walaupun topik kecerdasan buatan terus memicu perdebatan dan kekhawatiran terhadap fundamental perusahaan teknologi Reuters, 18 Februari 2026.

Sentimen Investor Masih Dipengaruhi Kekhawatiran AI

Kekhawatiran terbesar yang memengaruhi pasar saham di Asia berkaitan dengan dampak AI terhadap ekonomi global. Investor mulai berhitung ulang terhadap valuasi sektor teknologi setelah lonjakan tajam pada perusahaan-perusahaan berbasis AI dalam beberapa tahun terakhir. Menurut laporan Reuters, ketidakpastian pada prospek pertumbuhan teknologi canggih tersebut menjadi salah satu faktor yang menahan laju lebih cepat dari penguatan pasar, meskipun masih tercatat naik secara keseluruhan Reuters, 18 Februari 2026.

Pembicaraan mengenai AI sering kali berkaitan dengan risiko “gelembung” di sektor teknologi, di mana harga saham telah terangkat jauh melampaui fundamental nilai perusahaan. Para analis dan pelaku pasar memperingatkan bahwa lonjakan investasi besar-besaran ke sektor AI bisa menciptakan distorsi pasar dan risiko penurunan apabila ekspektasi pertumbuhan tidak terpenuhi Reuters, 18 Februari 2026.

Kekhawatiran ini sejalan dengan survei investor global yang menunjukkan sebagian pelaku pasar berhati-hati dalam menilai proyek dan investasi teknologi jangka panjang, apalagi saat sejumlah perusahaan besar masih memperluas belanja modal mereka untuk infrastruktur AI.

Harga Komoditas dan Faktor Eksternal Lainnya

Selain isu AI, harga minyak dunia juga ikut memberikan tekanan tersendiri pada dinamika pasar. Kontrak berjangka minyak Brent sedikit turun pada perdagangan Rabu seiring dengan harapan bahwa ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Persia mulai mereda setelah pembicaraan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat menunjukkan kemajuan Internasional Kontan, 18 Februari 2026. Penurunan ini sedikit meredam sentiment risk-on di pasar saham, meskipun dampaknya tidak terlalu besar terhadap indeks utama di Asia.

Sementara itu, mata uang seperti dolar AS menunjukkan stabilitas yang relatif kuat, yang sering kali menjadi faktor penentu dalam pergerakan pasar modal global. Nilai tukar yang kuat terhadap sebagian besar mata uang Asia kadangkala memicu kehati-hatian di kalangan investor karena dapat memengaruhi arus modal dan prospek ekspor perusahaan-perusahaan di kawasan tersebut.

Pergerakan di Luar Asia: Wall Street dan Data Global

Sentimen global juga dibentuk oleh pergerakan pasar saham AS yang sebelumnya menunjukkan volatilitas karena kekhawatiran atas dampak AI terhadap ekonomi domestik. Di Wall Street, indeks utama seperti S&P 500 dan Nasdaq sempat bergerak tipis naik setelah mengalami tekanan jual akibat kekhawatiran investor terhadap lonjakan belanja modal perusahaan teknologi Reuters, 17 Februari 2026.

Selain itu, para investor global juga tengah menantikan rilis data penting dari Amerika Serikat terkait inflasi dan keputusan kebijakan suku bunga yang dapat memberikan arah lanjutan bagi pasar dunia. Federal Reserve AS diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga dalam jangka waktu dekat sambil menunggu bukti yang lebih jelas terkait arah inflasi dan ketenagakerjaan, seperti yang diungkapkan oleh salah satu pejabat bank sentral AS Reuters, 17 Februari 2026.

Pasar Asia di Persimpangan Tantangan dan Peluang

Secara keseluruhan, pasar saham Asia berhasil menunjukkan arah positif pada perdagangan 18 Februari 2026, meskipun kekhawatiran terhadap peran teknologi AI serta variabel makro dan geopolitik lainnya masih menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan investor. Penguatan yang terjadi mencerminkan harapan bahwa pasar dapat bertahan bahkan dalam kondisi penuh ketidakpastian, namun juga menekankan perlunya kehati-hatian mengingat kekhawatiran terhadap valuasi dan risiko ekonomi jangka panjang yang belum sepenuhnya mereda Reuters, 18 Februari 2026.

Terkini