JASA MARGA

Jasa Marga Terbitkan Obligasi Rp2,06 Triliun untuk Perkuat Modal dan Kembangkan Ruas Tol pada 2026

Jasa Marga Terbitkan Obligasi Rp2,06 Triliun untuk Perkuat Modal dan Kembangkan Ruas Tol pada 2026
Jasa Marga Terbitkan Obligasi Rp2,06 Triliun untuk Perkuat Modal dan Kembangkan Ruas Tol pada 2026

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) tengah melanjutkan langkah strategis memperkuat struktur modalnya dengan menerbitkan obligasi berkelanjutan sebesar Rp2,06 triliun untuk mendukung ekspansi dan pengembangan infrastruktur jalan tol di berbagai wilayah Indonesia. Langkah korporasi terbaru ini merupakan bagian dari program Obligasi Berkelanjutan III tahun 2026 yang menargetkan total penghimpunan dana hingga Rp4 triliun (30 Januari 2026 dan 2 Februari 2026).

Obligasi Berkelanjutan III Tahap III 2026

Obligasi ini diterbitkan dalam empat seri dengan berbagai tenor dan tingkat bunga yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan investor dengan profil risiko dan tujuan investasi yang beragam. Seri A memiliki tenor tiga tahun dengan kupon 5,70 persen per tahun, sementara Seri B memiliki tenor lima tahun dan kupon 6,15 persen per tahun. Dalam penawaran ini, Seri C memiliki tenor tujuh tahun dengan tingkat kupon 6,50 persen per tahun, dan Seri D menawarkan tenor lebih panjang yakni sepuluh tahun dengan kupon 6,75 persen per tahun.

Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap tiga bulan sekali, dengan pembayaran pertama dijadwalkan pada 20 Mei 2026. Pelunasan pokok obligasi akan dilakukan secara sekaligus (bullet payment) pada saat masing-masing obligasi jatuh tempo; mulai 20 Februari 2029 untuk Seri A, 20 Februari 2031 untuk Seri B, 20 Februari 2033 untuk Seri C, dan 20 Februari 2036 untuk Seri D.

Jadwal Penawaran dan Pencatatan

Penawaran umum Obligasi Berkelanjutan III Tahap III telah dijadwalkan pada 12-13 Februari 2026, dengan proses penjatahan efek pada 18 Februari 2026. Distribusi dilakukan secara elektronik pada 20 Februari 2026, dan surat utang ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 Februari 2026 sebagai bagian dari strategi perseroan untuk memperluas basis investor dan meningkatkan likuiditas instrumen modalnya.

Penggunaan Dana Hasil Obligasi

Manajemen Jasa Marga menyatakan bahwa seluruh dana hasil penerbitan obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk menambah modal pada entitas terafiliasi milik perseroan. Sekitar Rp1,3 triliun dialokasikan untuk penyetoran modal kepada PT Jasamarga Japek Selatan (JJS) melalui peningkatan modal dalam bentuk 1.300.000 lembar saham. JJS merupakan anak perusahaan yang menjalankan usaha Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Jatiasih-Cipularang-Sadang), salah satu proyek strategis yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas di kawasan Jawa Barat dan mengurai kepadatan lalu lintas di koridor utama.

Sisanya akan digunakan untuk penyetoran modal kepada PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), sebanyak sebanyak-banyaknya 767.650 lembar saham sesuai dengan nilai nominal. JJB merupakan afiliasi lain yang dikendalikan langsung oleh perseroan dan menjalankan kegiatan usaha Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, yang direncanakan menjadi salah satu ruas tol penting untuk memperkuat jaringan tol di Jawa Tengah dan DIY.

Peringkat dan Penjamin Emisi

Surat utang yang diterbitkan telah memperoleh peringkat idAA (Double A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yang mencerminkan keyakinan lembaga pemeringkat terhadap kemampuan Jasa Marga dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjang. Obligasi ini dijamin oleh harta kekayaan perseroan dan didukung oleh reputasi kuat Jasa Marga sebagai pengelola jaringan jalan tol terbesar di Indonesia.

Dalam aksi korporasi ini, Jasa Marga menunjuk beberapa penjamin pelaksana emisi obligasi terkemuka, antara lain PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Mandiri Sekuritas, yang bertugas membantu proses penawaran kepada investor individu dan institusi.

Strategi Pertumbuhan Jasa Marga di 2026

Penerbitan obligasi ini juga bagian dari strategi Jasa Marga untuk mendukung program belanja modal (capex) dan memperkuat jaringan jalan tol di Indonesia tahun ini. Selain pengembangan yang didukung oleh obligasi, perseroan telah menyiapkan anggaran belanja modal hingga Rp12 triliun untuk pengembangan lima proyek jalan tol baru yang ditargetkan rampung secara bertahap hingga akhir tahun 2026. Proyek-proyek ini mencakup ruas tol seperti Probolinggo-Banyuwangi, Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo, Yogyakarta-Bawen, Jakarta-Cikampek II Selatan, dan akses Patimban, yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan efisiensi transportasi di Pulau Jawa dan sekitarnya.

Dengan obligasi yang diterbitkan dan strategi investasi ini, Jasa Marga menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional sekaligus memastikan keberlanjutan kinerja keuangan perusahaan dalam jangka panjang. Ini juga memberikan pilihan investasi menarik bagi pelaku pasar modal yang ingin meraih imbal hasil dari instrument pasar modal berbasis pendapatan tetap.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index