DANANTARA

Rosan Roeslani Tegaskan Pentingnya Reformasi OJK-BEI untuk Kepercayaan Investor

Rosan Roeslani Tegaskan Pentingnya Reformasi OJK-BEI untuk Kepercayaan Investor

JAKARTA - Dalam dinamika pasar modal Indonesia, posisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menjadi sorotan. Baru-baru ini, CEO dan Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan dukungannya terhadap berbagai inisiatif reformasi yang dijalankan kedua lembaga ini. Menurut Rosan, percepatan perubahan struktur dan tata kelola di pasar modal Indonesia merupakan fondasi penting yang dibutuhkan untuk membangun kepercayaan investor, baik domestik maupun internasional.

Dalam kesempatan terpisah, Rosan melihat bahwa rangkaian pergantian kepemimpinan di OJK dan BEI juga menjadi momentum positif. Ia menyatakan, pimpinan baru di kedua lembaga itu mampu menghadirkan integritas dan transparansi yang lebih tinggi, sehingga pasar modal Indonesia diproyeksikan tidak hanya tumbuh secara kuantitas tetapi juga kualitasnya.

Reformasi Pasar Modal: Dari Regulasi hingga Aksi Nyata

Rosan Roeslani menilai reformasi yang dilakukan bukan semata perubahan struktural, melainkan upaya menanamkan prinsip tata kelola yang kuat. Menurutnya, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas mekanisme pasar adalah elemen yang krusial bagi stabilitas dan kredibilitas bursa. Dengan memperkuat kerangka ini, Indonesia diharapkan bisa menarik lebih banyak modal asing dan menciptakan ekosistem investasi yang kompetitif di level global.

Lebih lanjut, Rosan mengungkapkan bahwa langkah reformasi ini juga memengaruhi langkah demutualisasi BEI, proses yang mengubah status bursa dari organisasi berbasis keanggotaan menjadi perusahaan dengan struktur kepemilikan publik atau institusional. Skema demutualisasi menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola serta menarik partisipasi investor global di pasar modal Indonesia.

Melalui strategi tersebut, Rosan melihat peluang bagi investor asing untuk memiliki saham di BEI setelah demutualisasi berjalan. Hal ini ia sebut bukan persoalan baru, melainkan praktik yang lazim di banyak bursa efek dunia, dan diharapkan bisa mendorong transparansi serta profesionalisme dalam pengelolaan pasar modal nasional.

Kepercayaan Investor: Fokus Utama Reformasi

Bagi Rosan Roeslani, inti dari reformasi yang didukung adalah menciptakan kepercayaan investor sebagai fondasi pertumbuhan pasar modal. Ia percaya bahwa bila investor yakin terhadap sistem dan aturan yang berlaku di pasar modal Indonesia, mereka akan cenderung lebih siap menanamkan modalnya dalam jangka panjang.

Dalam dialog dengan pelaku pasar, Rosan juga menyampaikan bahwa perbaikan ini bukan hanya soal aturan baru, tetapi bagaimana aturan tersebut dijalankan secara konsisten dan akuntabel. Ia menekankan bahwa investor — terutama yang berasal dari luar negeri — umumnya melihat kepastian aturan dan keterbukaan informasi sebagai syarat utama sebelum berinvestasi besar di suatu negara.

Hal ini sejalan dengan langkah yang sedang dilakukan regulator pasar modal untuk meningkatkan ketentuan free float emiten hingga 15 persen, serta memperluas akses data kepemilikan saham agar lebih transparan dan mendetail menurut standar internasional. Kebijakan seperti ini diharapkan mempersempit celah risiko dan meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia bagi investor global.

Danantara dan Peranannya dalam Pasar Modal Nasional

Sebagai CEO Danantara Indonesia, Rosan tidak hanya berkutat pada peran pengawas pasar, tetapi juga berada di posisi strategis untuk melihat bagaimana kebijakan pasar modal berdampak terhadap lembaga investasi yang ia pimpin. Danantara sendiri merupakan sovereign wealth fund (SWF) yang dibentuk untuk mengelola investasi strategis negara dan memperkuat tata kelola aset negara dalam jangka panjang.

Rosan menilai bahwa keterlibatan Danantara dalam perubahan pasar modal akan membantu menyediakan sinyal positif kepada investor bahwa Indonesia serius dalam meningkatkan kualitas pasar modalnya. Dengan demikian, Danantara berharap dapat menjadi contoh praktik investasi yang transparan, profesional, dan berorientasi global sebagai bentuk dukungan terhadap langkah reformasi OJK dan BEI.

Kepercayaan pasar modal bukan hanya sekadar jargon, tetapi merupakan modal sosial dan ekonomi yang membawa arus modal masuk, merangsang pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan daya saing Indonesia di mata pasar internasional. Rosan percaya bahwa langkah-langkah ini, apabila konsisten dijalankan, akan memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi yang kredibel dan attraktif.

Optimisme terhadap Masa Depan Pasar Modal Indonesia

Rosan Roeslani tetap optimistis bahwa upaya reformasi yang didukung oleh OJK dan BEI akan membawa dampak positif bagi pasar modal dalam jangka panjang. Ia melihat dorongan terhadap keterbukaan, penguatan sistem pengawasan, dan peningkatan kualitas regulasi sebagai peluang untuk membuat pasar modal Indonesia tidak hanya stabil, tetapi juga mendunia.

Menurutnya, perbaikan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kepercayaan investor asing, tetapi juga memberikan rasa aman bagi investor domestik untuk terus berpartisipasi dalam perkembangan pasar modal nasional. Dengan begitu, momentum reformasi ini bisa menjadi awal dari era baru yang lebih kuat, akuntabel, dan berintegritas di pasar modal Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index