Lampung Mulai Pembangunan Jalan Provinsi 2026 Lebih Awal, Siapkan 62 Paket Proyek Infrastruktur

Jumat, 20 Februari 2026 | 09:26:18 WIB
Lampung Mulai Pembangunan Jalan Provinsi 2026 Lebih Awal, Siapkan 62 Paket Proyek Infrastruktur

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah strategis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan provinsi di tahun anggaran 2026 dengan memulai tahap pekerjaan lebih awal daripada biasanya. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan akses jalan yang layak bagi masyarakat serta mendorong konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi secara lebih cepat dan efektif.

Percepatan Dimulai Sebelum Jadwal Biasa

Persiapan percepatan pembangunan dimulai lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya, agar pekerjaan tidak tertunda dan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan bahwa biasanya kegiatan fisik di lapangan baru dimulai sekitar April atau Mei setelah proses lelang selesai. Namun, pada tahun 2026 Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk membuka pekerjaan jalan lebih cepat, yaitu pada bulan Maret.

Kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Lampung, yang menegaskan pentingnya memulai pembangunan jalan sejak awal musim kerja, khususnya mengingat tingginya curah hujan yang menyebabkan kerusakan di banyak ruas jalan. “Perintahnya jelas, jangan tunggu lama. Masyarakat sudah menunggu jalan yang benar-benar mantap. Kita pun sudah bekerja sejak Januari,” ujar Taufiqullah.

Langkah awal percepatan ini juga melibatkan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) BMBK di berbagai wilayah di Lampung yang telah melakukan penambalan sementara sejak Januari untuk mengurangi dampak kerusakan jalan.

Peningkatan Jumlah Paket Proyek

Untuk mendukung pelaksanaan percepatan tersebut, Pemprov Lampung menyiapkan total 62 paket pekerjaan infrastruktur jalan provinsi yang akan digarap secara serentak sepanjang tahun anggaran 2026. Angka ini meningkat dibanding tahun 2025, ketika sebanyak 52 paket pekerjaan jalan telah berhasil dilaksanakan.

Dengan peningkatan jumlah paket proyek tersebut, pemerintah menargetkan adanya lonjakan yang signifikan dalam kualitas dan jangkauan infrastruktur jalan provinsi. Pekerjaan ini tidak hanya mencakup perbaikan rutin saja, tetapi juga meliputi peningkatan struktur jalan strategis serta pembangunan jembatan penghubung antarwilayah yang menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Menurut Taufiqullah, fokus pada kualitas sekaligus percepatan waktu menjadi landasan utama dalam program pembangunan infrastruktur jalan tahun ini. “Kita ingin percepatan bukan hanya secara waktu, tapi juga kualitas. Karena ketika jalan mantap, ekonomi ikut bergerak,” ujar Taufiqullah menutup pernyataannya.

Dorongan Ekonomi dan Konektivitas Wilayah

Pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal menyambut baik dimulainya lokasi pekerjaan fisik lebih awal di 2026, karena mereka melihat percepatan pembangunan jalan sebagai salah satu faktor penting dalam mendorong konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi di Lampung. Akses jalan yang lebih baik dipandang sebagai sarana penting untuk memperlancar pergerakan masyarakat, barang, serta layanan publik, yang pada gilirannya memberi dampak positif terhadap aktivitas ekonomi di tingkat lokal maupun regional.

Pembangunan jalan yang lebih cepat dan berkualitas juga diharapkan dapat menjadi katalisator bagi sektor-sektor lain, seperti sektor pertanian, perdagangan, dan pariwisata, yang bergantung pada kondisi jalan untuk keterhubungan dengan pasar dan pusat kegiatan ekonomi lainnya. Dengan demikian, percepatan infrastrukur jalan di tahun 2026 dipandang sebagai bagian strategis dari upaya mempercepat pembangunan daerah secara menyeluruh.

Pemanfaatan Anggaran dan Langkah Kedepan

Peningkatan jumlah paket proyek serta langkah pekerjaan lebih awal ini menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung tengah berupaya memaksimalkan pemanfaatan anggaran daerah untuk hasil pembangunan yang nyata. Pada tahun sebelumnya, persentase kemantapan jalan provinsi mencapai sekitar 79,79 persen, naik dari tahun sebelumya di bawah 78 persen. Hal ini menunjukkan adanya perkembangan positif dari upaya pembangunan infrastruktur jalan yang dilakukan secara bertahap.

Ke depannya, dengan dimulainya pekerjaan jalan lebih cepat, pemerintah berharap hasil tersebut bisa semakin optimal dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Langkah ini juga dinilai bisa memperkuat pondasi konektivitas wilayah di tengah tantangan geografis serta perubahan iklim yang sering mempengaruhi kondisi jalan dan fasilitas publik lainnya di Provinsi Lampung.

Percepatan pembangunan ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk memastikan pertumbuhan ekonomi daerah tidak tertinggal, serta menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat terhadap infrastruktur yang layak dan berkelanjutan.

Terkini