JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026.
Kenaikan ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang menghijau, meski nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sedikit tertekan.
IHSG dibuka naik 47,22 poin ke posisi 8.357,44 dari penutupan sebelumnya di 8.310,22. Indeks LQ45 juga ikut menguat 0,46% ke posisi 842,2. Pada awal perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 8.376,19 dan terendah 8.321,32.
Dari total 812 saham yang tercatat, 356 saham menghijau, 263 saham melemah, dan 193 saham stagnan. Frekuensi perdagangan mencapai 1.054.500 kali dengan volume transaksi 16,8 miliar saham. Nilai transaksi harian tercatat Rp 7,5 triliun. Posisi dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.922.
Kenaikan IHSG menunjukkan sentimen positif investor meski sektor tertentu mencatat koreksi. Sektor saham keuangan turun 0,12%, transportasi turun 1,06%, dan industri melemah 0,02%. Sebaliknya, sektor saham basic menguat 3,27% sebagai penguat terbesar, diikuti sektor energi naik 1,17% dan sektor teknologi meningkat 1,2%.
Pergerakan Saham Unggulan dan Volatilitas Pasar
Beberapa saham unggulan mengalami pergerakan signifikan. Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA) melonjak 10,03% ke posisi Rp 3.620 per saham. Harga saham MDKA sempat dibuka Rp 3.300, dengan level tertinggi Rp 3.680 dan terendah Rp 3.290. Total volume perdagangan 617.179 saham, dengan nilai transaksi Rp 216 miliar.
Sementara itu, saham PT Ratu Prabu Energi Tbk (RATU) naik 2,3% ke posisi Rp 7.775 per saham. Saham ini dibuka di Rp 7.800, dengan level tertinggi Rp 7.950 dan terendah Rp 7.625. Frekuensi perdagangan 7.009 kali, volume 148.080 saham, dan nilai transaksi Rp 115,6 miliar.
Saham besar lainnya seperti ASII stagnan di posisi Rp 6.700, sedangkan MPPA juga tetap di Rp 58 per saham. Pergerakan saham-saham ini menunjukkan dinamika pasar yang cukup variatif meski IHSG secara keseluruhan menguat.
Sentimen Global dan Dampak Rupiah
Kenaikan IHSG juga dipengaruhi oleh kondisi global. Tekanan dari geopolitik, termasuk situasi Timur Tengah dan inflasi AS, sempat membayangi pasar. Meski demikian, investor domestik menunjukkan optimisme dengan net buy asing senilai Rp 467 miliar pada Rabu 18 Februari 2026.
Rupiah terpantau berada di kisaran 16.922 per USD, sedikit melemah, namun masih cukup stabil. Prediksi analis, nilai tukar akan menjadi faktor penting dalam menjaga tren positif IHSG di tengah pelemahan dolar global.
Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan di 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini. Keputusan ini diharapkan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah kondisi inflasi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan pada Kamis, 19 Februari 2026. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menuturkan IHSG kemungkinan berada di level support 8.180–8.230 dan resistance 8.350–8.430.
Rekomendasi saham yang menarik untuk dicermati antara lain:
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI)
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)
PT Timah Tbk (TINS)
Saham-saham ini menunjukkan tren positif dan potensi pergerakan harga yang cukup tinggi, sehingga menjadi pilihan bagi investor yang mencari peluang di tengah penguatan IHSG.
Selain itu, saham sektor energi, teknologi, dan basic menjadi perhatian utama investor. Lonjakan saham-saham tersebut turut mendukung laju IHSG meski beberapa sektor mengalami koreksi.
Prediksi IHSG dan Tren Pasar Selanjutnya
Kenaikan IHSG pada perdagangan Kamis menandai tren penguatan yang berkelanjutan. Net buy asing, sentimen positif global, dan rekomendasi saham pilihan mendukung optimisme investor.
Analisis teknikal dan fundamental menunjukkan IHSG memiliki peluang untuk mencapai level tertinggi baru dalam minggu ini, terutama jika Rupiah relatif stabil terhadap dolar AS. Lonjakan saham unggulan seperti MDKA dan EMAS memberikan dampak positif terhadap indeks secara keseluruhan.
Meski beberapa sektor masih tertekan, seperti transportasi dan industri, mayoritas saham yang menguat memberikan keseimbangan pada IHSG. Investor disarankan tetap memantau pergerakan saham pilihan dan sentimen global, serta menyesuaikan strategi investasi menjelang momentum ekonomi dan keputusan BI.
Secara keseluruhan, penguatan IHSG hari ini menunjukkan optimisme pasar, dukungan investor asing, serta pergerakan saham unggulan yang solid. Tren positif ini diharapkan berlanjut selama beberapa hari ke depan, dengan peluang investasi yang menarik pada sektor-sektor utama.